Hukum Dasar Kimia
HUKUM DASAR KIMIA
1.
Kekekalan massa (Hukum
Lavoisier)
Menyatakan bahwa massa zat sebelum reaksi
kimia dan sesudah reaksi kimia adalah sama.
Contoh:
3 gram gas hidroen (H) yang bereaksi dengan
24 gram gas oksigen (O) akan membentuk 27 gram air (H2O).
Pada tahun 1789, Antonie Laurent Laviosier
melakukan percobaan yaitu memanaskan logam raksa dalam tabung tertutup selama
12 hari & menghitung perubahan volume udara dalam tabung tersebut. Ternyata
logam raksa dalam tabung bereaksi dengan suatu zat dari udara yang diberi nama
oksigen.
Lavioser
melakukan percobaan lagi dengan menggunakan 530 gram logam raksa yang dibakar
dalam tabung tertuutp. Pembakaran ini menghasilkan 572,4 gram raksa (II)
oksida & menyebabkan udara dalam
tabung itu berkurang 42,4 gram. Berdasarkan percobaan ini dapat disimpulkan
bahwa jika suatu reaksi kimia dilakukan dalam tempat tertutup sehingga zat- zat
tidak ada yang hilang maka massa zat-zat sebelum reaksi dan sesudah reaksi
adalah sama.
2.
Hukum Perbandingan Tetap
(Hukum Proust)
Joseph Proust seorang ahli kimia pada tahun
1799 menunjukkkan bahwa Tembaga (II) karbonat (CuCO3), baik berasal dari alam mauoun hasil sintetis di
laboratorium mempunyai susunan tetap.
Pada
percobaan lainnya, 1 gram gas hydrogen (H) dicampurkan dengan 8 gram gas
oksigen (O) hasilnya adalah 9 gram air (H2O) . ternyata 8 gram gas oksigen hanya dapat bereaksi
dengan 1 gram gas oksigen saja.
DATA PERCOBAAN GAS HIDROGEN (H) DENGAN
GAS OKSIGEN (O)
NO.
|
H2
|
O2
|
H2O
|
SISA H2
|
SISA O2
|
1
|
1
|
8
|
9
|
-
|
-
|
2
|
2
|
8
|
9
|
1
|
-
|
3
|
1
|
10
|
9
|
-
|
2
|
4
|
3
|
8
|
9
|
2
|
-
|
Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam suatu
senyawa perbandingan massa unsur-unsur penyusunnya selalu tetap.
"Dalam suatu senyawa, perbandingan
massa unsur-unsur penyusunyya selalu tetap".
3.
Hukum Perbandingan Berganda
( Hukum Dalton)
Pada abad ke-19, John Dalton mengamati dua
senyawa yang berbeda, yang tersusun dari unsure yang sama, yaitu CO & CO2. Dia mengukur massa karbon
dan massa oksigen pada setiap
senyawa dengan data sebagai berikut.
JENIS
(SAMPEL)
|
MASSA SAMPEL
(gram)
|
MASSA O
(gram)
|
MASSA C
(gram)
|
PERBANDINGAN
MASSA O DENGAN MASSA C
|
CO
|
1,00
|
0,57
|
0,43
|
1,33 : 1
|
CO2
|
1,00
|
0,73
|
0,27
|
2,66 : 1
|
Contoh lain :
Perbandingan
H : O dalam H2O = 2 : 16 = 1:8
Perbandingan
H : O dalam H2O2 = 2 : 32 = 1:16
Fakta tersebut disebut sebagai Hukum
Perbandingan Berganda yang berbunyi :
"Bila unsur-unsur dapat membentuk dua macam senyawa atau
lebih, untuk massa salah satu unsure sama, masssa unsure kedua dalam
masing-masing senyawa berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana".
4.
Hukum Perbandingan Volume
(Hukum Gay Lussac)
Joseph Louis Lussac telah melakukan percobaan
untuk mengukur volume gas-gas yang bereaksi. Dari hasil penemuannya tersebut
dapat disimpulkan sebagai Hukum
Perbandingan Volume yang berbunyi:
" Pada temperature dan tekanan yang sama, perbandingan volume
gas-gas yang nereaksi den volume gas hasil reaksi merupakan perbandingan
bilangan bilangan bulat dan sederhana".
Contoh :
Perbandingan
volume gas hydrogen : volume gas oksigen : volume uap air
H2 (g) : O2 (g) : H2O (g) =
2 : 1 : 2
Hukum perbandingan volume juga dapat
dinyatakan dengan:
"Pada reaksi zat yang wujudnya gas, perbandingan koefisien
reaksi ekuivalen dengan perbandingan volume jika reaksi tersebut dilakukan pada
temperature dan tekanan yang sama"
5.
Hipotesis Avogadro
Amedeo Avogadro mengemukakan Hipotesisnya
yang berbunyi :
"Gas-gas yang volumenya sama jika diukur pada temperatur dan
tekanan yang sama, mengandung jumlah molekul yang sama pula".
Hipotesis Avogadro & Hukum Gay Lussac
disatukan menjadi Hukum Gay Lussac – Avogadro.
"perbandingan Volume gas-gas yang
bereaksi dan gas-gas hasil reaksi jika diukur pada temperatur dan tekanan yang sama
akan sesuai dengan perbandingan koevisien reaksinya."
Label: Tugas Kimia



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda