SEJARAH PERAYAAN TAHUN BARU
SEJARAH PERAYAAN TAHUN
BARU
Oleh: M. Miqdad. H. Dzaky
Setiap malam
pergantian tahun, banyak orang yang merayakannya. Namun apakah mereka tahu dari
mana asal perayaan tahun baru tersebut? Dan apakah boleh merayakannya menurut
hukum Islam??? Pertanyaan itu akan segera dijawab! Berikut jawabannya ....
Mungkin sebagian kita ikut
merayakan tahun baru masehi ini tapi tauga sih bahwa tahun baruan itu
sebenernya dateng dari budaya kaum Yahudi dan Freemason. Jadi ceritanya
begini...tahun baru pertama kali dirayakan pada 45 SM. Pada mulanya perayaan
ini dirayakan oleh orang Yahudi, mereka merayakannya pada bulan Tisri ditanggalan
mereka. Mereka menyebut tahun baru mereka dengan sebutan “Rosh Hasana”
mereka berkumpul dilapangan meniupkan “shofa” (atau dalam bahasa Israel yang artinya
terompet) & bersukaria sambil memenjatkan doa. Dan ini sama persis apa yang
telah dilakukan di bundaran HI setiap tahunnya.
Nah kalo budaya freemasonnya gini...dulu 2000 tahun yang lalu Freemason ini didirikan
dibukit zion-palestina. Setiap tahun mereka merayakan malam pergantian tahun
ini. Mereka juga yang menamakan
bulan-bulan dalam kalender masehi seperti “january”
yang padahal januari itu diambil dari nama dewa Freemason yang bernama “janus”,
ia memiliki muka yang jumlahnya 2, satu menghadap ke depan dan satu kebelakang
yang melambangkan pintu gerbang dari masa lalu dan masa depan. Mereka kaum
Freemason berkumpul dalam suatu ruangan yang disebut “Loji” atau tempat
ibadahnya mereka sambil menunggu detik-detik pergantian tahun dan memanjatkan
doa-doa untuk tahun baru ini.
Mungkin ada beberapa kalian yang
mengatakan “ahk miqdad bohong! Ngawur tuh”
dan saya akan menjawab saya tidak ngawur! Ada buktinya kok! Kalo bisa
ayo silahkan buka Alkitab injilnya disurat imamat ayat 23-24:
“katakanlah kepada orang-orang israel: dalam bulan ketujuh, pada
tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang
diperingati dengan meniup serunai(terompet), yakni hari pertemuan kudus”
Nah dalam ayat tersebut
menerangkan tentang tahun baru taurat dalam budaya yahudi. Sedangkan bagi yang
merayakan termasuk dalam kelompok yahudi atau Freemason, sebagaimana dikatakan
dalam hadist yang mengatakan :
“Barangsiapa
yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.”(HR.Abu Daud)
Sementara mengucapkan “selamat tahun baru” hukum nya pun “HARAM”
! ini sesuai dengan perkataan Ibnu Qayyim Al-jauziyah karena berarti dia
telah memberikan selamat atas perbuatan yang menyekutukan Allah SWT! Bahkan
perbuatan tersebut dosanya lebih besar ketimbang minum khamr atau membunuh!
Bayangin sob! Ngucapin pun hukumnya setara dengan meminum khamr atau membunuh!
Jadi logikanya kita tuh udah memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan
maksiat, bid’ah dan tidak mempercayai Allah!
Maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan
Allah Azzawajalla! Begitulah kesimpulan dari Ibnu Qoyyim Al-jauziyah.
kita harus ingat agar tidak rejerumus kedalam amalan
Yahudi & Freemason
maka ingatlah surah Al-baqoroh ayat 120:
“ Dan orang-orang yahudi & nasrani tidak
akan rela kepadamu sebelum kamu mengikuti mereka...”
Semoga
kita tetap berhati-hati...& memohonlah kepada Allah perlindungan agar kita
tetap berada di dalam naungan Dienul Islam! Saling mengingatkan karena
kita adalah Saudara semuslim! ;-)
REVERENSI:
Label: Islam / Timur Tengah, Sejarah
.jpg)



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda